Dakwah
Pondok Pesantren Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok kecamatan Peureulak Timur
Dalam Upaya Pembinaan Akhlak Santri
PROPOSAL
Di susun Oleh :
NAMA :
KHAIDIR
NO NIM : 3012013004
FAKULTAS :
USHULUDDIN, ADAB & DAKWAH
PRODI :
KPI
SEMESTER / UNIT : V/1
MATA KULIAH :
Metode Penelitian Kualitatif
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI
(IAIN) ZAWIYAH
COT KALA LANGSA
2015 M / 1436 H
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala
puja dan puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT, yang senantiasa
memberikan limpahan rahmat-Nya kepada kita semua selaku para hamba-Nya.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah membawa kita menuju terangnya Iman dan Islam, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Alasan penulis memilih judul: “Dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok kecamatan
Peureulak Timur Dalam Upaya Pembinaan Akhlak Santri”
adalah agar penulis lebih memahaminya dan sebagai salah satu tugas
proser dalam belajar dalam mata kuliah Metodelogi
penelitian kualitatif.
Dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada :
1.
Bapak Samsul Rizal selaku dosen pembimbing mata
kuliah Metodelogi penelitian kualitatif.
2.
Rekan-rekan seperjuangan dalam menuntut ilmu di
Kampus IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis khususnya dan rekan-rekan mahasiswa. Saya menyadari
bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu segala kritik dan
saran yang membangun akan saya terima demi kesempurnaan diskusi ataupun ilmu
pengetahuan saya selanjutnya dimasa yang akan datang.
Langsa, 8 Januari 2016
Penulis
Khaidir
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
.......................................................................... i
DAFTAR ISI
......................................................................................... ii
BAB I : PENDAHULUAN
................................................................. 1
A.
Latar Belakang Masalah .................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ............................................................. 3
C.
Tujuan dan Kegunaan....................................................... 4
D.
Studi
pustaka...................................................................... 5
E.
Kerangka
teori.................................................................... 5
F.
Metodelogi penelitian........................................................ 6
G.
Sitematika
pembahasan...................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Dakwah adalah suatu istilah yang sangat dikenal dalam
dunia Islam. Dakwah dan
Islam merupakan dua bagian yang tak terpisahkan satu dengan yang lainnya, karena Islam tidak akan tumbuh
dan berkembang tanpa adanya dakwah.[1] Di dalam perkembangan dakwah Islam, pondok
pesantren merupakan lembaga
pendidikan Islam yang mempunyai peran dalam mengembangkan aktivitas dakwah. Hal ini dapat dilihat dari
dua fungsi utama pondok pesantren,
yaitu sebagai pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam. Sepanjang sejarah perjalanan umat Islam
(Indonesia), ternyata kedua fungsi utama
tersebut telah dilaksanakan oleh pondok pesantren (pada umumnya) dengan baik, walaupun dengan berbagai
kekurangan yang ada. Dari pondok
pesantren lahir para juru dakwah, para mualim, ustadz, para kyai pondok pesantren, tokoh-tokoh masyarakat,
bahkan yang memiliki profesi sebagai
pedagang, pengusaha ataupun bidang-bidang lainnya.[2]
Pesantren pada hakekatnya adalah sebuah kawah
candradimuka untuk mencetak kader-kader bangsa yang berbudi luhur dan
bermoral, serta senantiasa taat pada perintah Allah swt, sehingga para santri
diharapkan akan senantiasa mempertimbangkan baik buruknya suatu perbuatan yang
akan dilakukan. Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan
Islam tradisional dimana para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah
bimbingan seorang guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai.
Sistem pendidikan pesantren didasari, digerakan dan
diarahkan oleh nilai-nilai kehidupan yang bersumber pada ajaran dasar Islam.
Pesantren memenuhi kriteria yang disebut dalam konsep pembangunan, yaitu
membangun kemandirian, mentalitas, kelestarian kelembagaan dan etika. Pesantren
seperti sebuah “ruang bebas pendidikan” yang mempunyai karakter nilai, yaitu
nilai keagamaan. Melihat fenomena pesantren tentang pengajaran dan aktifitas
yang ada, maka dapat disimpulkan ada persesuaian dengan kaidah-kaidah Islam.
Seperti halnya pondok pesantren Dayah Al-muna yang berlokasi di gampong Alue
Bugeng, keberadaan pondok pesantren ini juga memiliki peran aktif di dalam
melakukan dakwah Islam.
Berdasarkan dari inforamasi yang didapat peneliti, santri
Pondok Pesantren Dayag Al-muna ini, sebagian besar berasal dari desa, yang
kebanyakan belum mengetahui akhlak dalam berbicara kepada teman sebaya, orang
tua, saudara dan kepada semua orang. Santri yang baru masuk di Pondok ini masih
memakai kebiasaan mereka selama di Rumah mereka masing-masing. Mereka
menganggap di Pondok itu sama saja di rumah mereka. Tidak sedikit santri baru
yang sering melawan atau membantah jika dikasih tau oleh para ustadz dan senior
mereka.
Para santri baru dan sebagian kecil santri lama yang
sering melalaikan kewajiban mereka sebagai seorang santri sekaligus seorang
muslim. Seperti halnya mereka jarang mengikuti mengaji, kegiatan pondok
lainnya, yang lebih parahnya lagi ada juga yang jarang melakukan sholat lima
waktu. Dikarenakan mereka masih mengingginkan kebebasan seperti yang meraka
lakukan di Rumah mereka. Mereka masuk di Pesantren ini kebanyakan dipaksa oleh
orang tuanya, jadi tak heran bila mereka melawan jika dikasih tau oleh para
ustadz.[3]
Orang tua mereka merasa khawatir sekaligus kasihan dengan
masa depan anaknya, jika anaknya bergaul dengan orang-orang yang tidak punya
akhlak yang baik. Sehingga para orang tua wali merasa aman jika anak mereka
dimasukkan ke Pondok Pesantren supaya mempunyai akhlak yang baik dan bisa
mengaji.
Para santri Pondok Pesantren Dayah Al-muna ini banyak
sekali yang melanggar peraturan-peraturan Pondok Pesantren, seperti halnya para
santri putra masih banyak yang merokok di Dalam Kamar, membawa handphone,
keluar Pondok tanpa izin, mencuri barang atau uang temannya dan semua itu
sering dilakukan oleh santri Pondok Pesantren ini. Oleh karena itu pembinaan
akhlak pada santri pondok pasantren Dayah Al-muna ini merupakan sebuah
keniscayaan yang benar-benar harus dilakukan, supaya para santri benar-benar
tau kewajiban mereka sebagai santri dan orang muslim. Hal itu dilakukan guna
memenuhi tujuan pesantren dan sekaligus tanggung jawab dan kewajiban dakwah.
Memahami esensi dari makna dakwah, kegiatan dakwah sering
dipahami sebagai upaya untuk memberikan solusi Islam terhadap berbagai masalah
dalam kehidupan. Masalah kehidupan tersebut mencakup seluruh aspek, seperti
aspek ekonomi, sosial, budaya, hukum, politik, sains, teknologi dan sebagainya.
Pondok pesantren Dayah Al-muna sebagai sebuah lembaga dakwah Islam yang ada di gampong
Alue Lhok Kecamatan Peureulak Timur, mencoba untuk memberikan pembinaan akhlak
pada santrinya supaya mereka mengetahui serta menjalankan kewajiban mereka
sebagai santri dan sebagai seorang muslim sejati, agar para santri bisa menjadi
generasi bangsa dan negara yang berprilaku baik. Tentu untuk mencapai tujuan
tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tanggan. Oleh karena itu
pesantren ini merupakan pondok pesantren yang layak untuk diteliti.
Berangkat dari fenomena dan fakta yang ada di lapangan,
maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengetengahkan
permasalahan bagaimana pelaksanaan Dakwah di Pondok Pesantren dengan judul
‘‘Dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok kecamatan Peureulak
Timur Dalam Upaya Pembinaan Akhlak Santri”.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, penulis dapat merumuskan maslah sebagai berikut :
1. Bagaimana dakwah Pondok Pesantren dayah al-muna dalam
upaya pembinaan akhlak santri?.
2. Bagaimana bentuk pembinaan yang di lakukan
Pondok Pesantren dayah al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri?
C. Tujuan
Dan Kegunaan
Setiap
penyelidikan atau penelitian mempunyai tujuan, karena dengan tujuan yang jelas
maka kegiatan penelitian akan bermakna. Adapun tujuan penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui dakwah Pondok Pesantren dayah
al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri
2. Untuk mengetahui bentuk pembinaan yang di
lakukan Pondok Pesantren dayah al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri
Bertolak dari tujuan penelitisn diatas, maka kegunaan penelitian
dalam penulisan proposal ini adalah sebagai berikut :
1.
Secara Praktis
a.
Memperluaskan pengetahuan peneliti dalam hal dakwah di
pondok pasantren dayah Al-muna dalam upaya pembiaan akhlak santri.
b.
Yaitu memberikan konstribusi pemikiran bagi pemimpin dayah dan
seluruh tim pengajar dapat merumuskan dakwah
yang sesuai dengan situasi dan kondisi dayah al-muna. Supaya mereka tahu bahwa pentingnya membina
akhlak kepada santri supaya mereka tidak terjerumus kepada perbuatan yang
menyimpang
c.
Sebagai bahan informasi yang berkaitan dengan masalah
pembinaan akhlak santri
2.
Secara Teoritis
Dengan adanya penelitian ini maka penulis
dapat mengetahui tentang dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-muna dalam upaya
pembinaan akhlak santri, yang penulis saat ini teliti yaitu di Gampong Alue
lhok. Di samping itu kiranya dapat menambah kepustakaan khususnya.
D. Studi
Pustaka
Secara umum telah banyak tulisan dan
penelitian yang meneliti tentang pesantren dan tentang pembinaan akhlak. Namun
tidak ada yang sama persis dengan yang akan dilakukan oleh peneliti. Berikut
ini beberapa yang relevan dengan penelitian yang peneliti lakukan:
1.
Skripsi Tofik (2001) dengan judul “Stategi
Dakwah Hizbut Tahrir Dalam Menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah (Melalui Jalur
Politik)”. Dalam penelitiannya Tofik menganalisis data dengan metode
induksi, deduksi dan komparasi dengan kesimpulannya menunjukkan bahwa secara
umum strategi dakwah yang dilakukan Hizbut Tahrir meliputi tiga landasan
operasional, yaitu pertama tatqif (pembinaan atau pengkaderan), kedua tafa’ul
(berinteraksi) dengan umat yang memiliki beberapa pendekatan dengan tsaqafah
murakkazah (pembinaan intensif), kifahus siyasah (perjuangan
politik), mengadopsi kemaslahatan umat dan melayani seluruh urusannya sesuai
dengan hukum syara, ketiga istimaul hukmi (pengambil alihan).
2. Skripsi M. Fathur Rofik (2004) dengan judul “Metode
Dakwah dan Perjuangan K.H. A Nasucha Dikabupaten Kebumen”. Penelitian ini
menitik beratkan pada metode dakwah K.H. A Nasucha dalam berdakwah meliputi ceramah
dan pengajian serta dakwah bil hal, angkat senjata karena metode ini sangat
tepat diterapkan terhadap masyarakat yang sedang dijajah (perang) dan
dirusaknya nilai-nilai murni ajaran Islam, selain itu menggunakan metode
silaturahmi untuk menetapkan keyakinan dan keimanan masyarakat. Penulis dalam
peneliti menggunakan pendekatan historis yang kemudian dianalisis menggunakan
metode diskriptif, dan analisis induktif.
Berdasarkan penelitian di atas, serta kajian terhadap beberapa
skripsi tentang dakwah di pondok pasantren, maka penulis terinspirasi untuk
meneliti tentang Pembinaan akhlak santri di pondok pasantren yang sebelumnya
belum pernah diteliti, sehingga penelitian ini memenuhi unsur kebaruan.
E. Kerangka Teori
Untuk keperluan menjawab permasalahan tersebut, maka
penulis mencari landasan filosofi dan epistimologi. Kemudian setelah itu
menjabarkan kerangka keilmuan yang selanjutnya digunakan untuk menata, mengkaji
dan mengembangkan teori.
Dengan menggunakan teori analisis, dakwah di
pondok pasantren dayah al-muna masalah-masalah dakwah yang kompleks dapat
dirumuskan, proses dakwah dapat diketahui alurnya, hasil-hasil dakwah dapat
diukur dan dianalisa, umpan balik kegiatan dakwah dapat dinilai dan fungsi
dakwah terhadap kemasyarakatan
(lingkungan) dapat diketahui dan dianalisa. Demikian juga dampak perubahan dari
sistem politik terhadap dakwah dapat diidentifikasi secara jelas. Oleh karena
itu, metode ini sangat tepat sekali untuk pengembangan konsep dan teori dakwah
dalam rangka pengembangan keilmuan dakwah di pondok pasantren dayah al-muna.
Sedangkan secara praktis metode ini sangat bermanfaat bagi perumusan kebijakan
dan program dakwah Islam. Hingga akhirnya penulis dapat mengambil kesimpulan,
pemahaman dan penalaran dalam mengkaji pemikiran dakwah dipondok pasantren Dayag
Al-muna Gampong Alue Bugeng Kecamatan Peureulak Timur dalam upaya pembinaan
akhlak santri.
F. Metodelogi
Penelitian
a. Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah jenis penelitian
kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada
metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada
pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata,
laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang
alami. Berarti metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari
orang-orang dan perilaku yang diamati.[4]
Adapun spesifikasi penelitian ini adalah
penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk
kata-kata, gambar bukan angka-angka.
Sifat pendekatan penelitian kualitatif ini adalah
terbuka, dalam hal ini bermakna bahwa peneliti memberikan kepada subjek untuk
menjawab pertanyaan yang diajukan menurut kerangka berpikir mereka sendiri, bukan
berdasarkan patokan-patokan jawaban yang telah dibuat peneliti. Untuk itu,
dalam penelitian ini kecenderungan penulis menggunakan jenis dan pendekatan
penelitian yang berupa penelitian kualitatif
deskriptif terhadap Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok Kecamatan Peureulak Timur
tahun 2016, dalam hal dakwah untuk pembinaan akhlak santri, karena lebih mudah
mengadakan penyesuaian dengan kenyataan yang berubah-ubah.
b. Sumber Data
1) Sumber data primer
Sumber data primer yaitu sumber yang memberikan data langsung dalam
penelitian ini.[5] Adapun yang dimaksud sebagai sumber data
primer penelitian ini yaitu para praktisi pendidikan yang ada di Dayah Al-Muna,
yang meliputi : Kyai, Ustadz dan ustadzah.
2) Sumber data sekunder
Sumber data sekunder merupakan sumber data yang mendukung dan menunjang
dalam penelitian ini.[6] Adapun sebagai data penunjang, penulis mengambil dari buku-buku
yang berhubungan dengan penelitian ini, mengumpulkan dokumentasi serta penulis
mengadakan wawancara langsung dengan orang-orang yang berkompeten pada
penelitian ini yang ada di Dayah Al-Muna, misalnya orang tua santri dan
sebagainya.
c.
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode-metode
sebagai berikut:
1. Metode
observasi
Metode observasi adalah teknik pengumpulan data dimana
penyelidik mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap
gejala-gejala yang dihadapi (diselidiki), baik pengamatan itu dilaksanakan
dalam situasi yang sebenarnya maupun situasi buatan yang diadakan.
Metode ini merupakan pencatatan dan pengamatan secara
sistematik terhadap fenomena-fenomena yang ada ditempat penelitian. Metode ini juga digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat
fisik yang tidak dapat diperoleh dengan cara interview.
Metode ini dipergunakan untuk memperoleh data tentang :
a. Sejarah
berdirinya pondok pesantren
b. struktur
organisasi
c. kegiatan
belajar mengajar
2.
Metode Wawancara
Wawancara adalah merupakan metode pengumpulan data yang menghendaki
komunikasi langsung antara peneliti dan subyek yang diteliti atau responden.[7]
Metode ini
digunakan untuk menggali data tentang profil pesantren, keadaan umum pesantren
dan pelaksanaan dakwah untuk pembinaan akhlak santri. Adapun sumber
informasinya diperoleh dari:
1.
Abi (kepala Pimpinan pondok pasantren Dayah Al-muna)
untuk mendapatkan informasi umum tentang pasantren.
2.
Dewan Guru untuk mendapatkan informasi tentang
pelaksanaan dakwah dan sikap keagamaan di pondok pasantren Dayah Al-muna
3.
Pihak-pihak lain yang berkaitan dengan perolehan data
dalam penulisan skripsi ini biak santri, wali santri ataupun masyarakat Alue
Lhok di sekeliling pondok pasantren dayah Al-Muna.
d. Analisis data
Analisis data merupakan upaya mencari dan
menata secara sistematis catatan hasil observasi wawancara dan lainnya guna meningkatkan
pemahaman penelitian tentang kasus yang diteliti dan menjadikannya sebagai
teman bagi orang lain. Sedangkan demi meningkatkan pemahaman tersebut analisis
perlu dilanjutkan dengan berupaya mencari makna.[8]
Pola analisis penelitian ini menggunakan pola
pikir induktif yaitu mengangkat dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang
bersifat khusus tersebut dipelajari dan dianalisis sehingga bisa dibuat suatu
kesimpulan dan generalisasi yang bersifat umum. Sedangkan teknik yang digunakan
untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain adalah
teknik triangulasi. Teknik triangulasi berarti membandingkan dan mengecek balik
derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alasan
yang berbeda, dalam penelitian kualitatif hal itu dapat dicapai dengan beberapa
jalan, diantaranya:
1) Membandingkan data hasil pengamatan dan hasil
wawancara.
2) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu
dokumen yang berkaitan.
3) Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil
penelitian beberapa teknis pengumpulan data dan
4) Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber
data dengan metode yang sama.
Analisis data yang digunakan penelitian ini yaitu analisis nonstatistik
yaitu menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Analisis data yang diwujudkan
bukan dalam bentuk angka melainkan dalam bentuk laporan dan uraian deskriptif tentang
Dayah Al-Muna.
e. Pendekatan
penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan fenomenologis, artinya peneliti akan melihat gejala yang
terjadi di lingkup pondok pasantren dan memaparkan seperti apa adanya tanpa di
ikuti persepsi peneliti(vestehern), dalam melihat gejala yang terjadi, peneliti
berusaha untuk tidak terlibat secara emosional.
G. Sistematika
Pembahasan
Untuk memudahkan memahami dan mencerna masalah-masalah
yang akan dibahas, maka penulis menyajikan sistematika pembahasan sekripsi,
sebagai berikut:
Bab I : Diuraikan
beberapa hal yang berhubungan dengan gambaran umum penelitian ini yang
meliputi: pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Rumusan
Masalah, Tujuan dan Kegunaan, Studi Pustaka, kerangka teori, Metode Penelitian
dan Sistematika pembahasan.
Bab II : Dakwah
dan pondok pesantren, serta pembinaan akhlak santri. Bab ini menguraikan secara
umum landasan teori yang berisi tinjauan umum tentang pengertian dakwah,
landasan dan unsur-unsur dakwah, beserta landasan teori tentang pondok
pesantren dan pembinaan akhlak santri.
Bab III : Gambaran
umum Pondok Pesantren Dayah Al-muna dan akhlak santri. Bab ini meliputi sejarah
berdirinya serta tujuan pondok pesantren Dayah Al-muna, visi dan missi,
kurikulum pondok pesantren Dayah Al-muna, dan struktur Pondok Pesantren Dayah
Al-muna. Dilanjutkan dengan pembahasan tentang gambaran umum akhlak santri yang
meliputi, jadwal pengajaran dalam rangka pembinaan akhlak santri, kondisi
soial, ekonomi, agama dan budaya lingkungan pesantren tersebut.
Bab IV : Analisis
dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri. Bab
ini membahas tentang analisis dakwah yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Dayah
Al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri Dayah Al-muna beserta analisis
bentuk-bentuk dakwah di pondok pasantrenn.
Bab V : Penutup.
Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian, saransaran dan penutup.
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Samsul Munir.. Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah. 2009
Haedari, Amin, Masa Depan Pesantren Dalam
Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global. Jakarta:IRD Press.
2004
Maunah, Binti. Tradisi
Intelektual Santri. Yogyakarta: Teras. 2009
Moleong, Lexy J.
2006. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Robandi, Imam, becoming the winner (riset, menulis ilmiah,publikasi
ilmiah dan presentasi, penerbit : C.V. ANDI 2008.
Sugiyono. Memahami
Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. 2010
[2] Amin Haedari, Masa Depan Pesantren Dalam Tantangan Modernitas dan
Tantangan Kompleksitas Global. (Jakarta:IRD Press. 2004) h. 25
[5] Lexy J Moleong, Metode Penelitian
Kualitatif. Edisi Revisi. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2006), h. 56
[7] Imam robandi, becoming the winner (riset, menulis ilmiah,publikasi
ilmiah dan presentasi) penerbit : C.V. ANDI 2008. h 121