Jumat, 17 Juni 2016

Proposal Skipsi Dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok kecamatan Peureulak Timur Dalam Upaya Pembinaan Akhlak Santri


Dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok kecamatan Peureulak Timur Dalam Upaya Pembinaan Akhlak Santri

PROPOSAL

Di susun Oleh :

                        NAMA                            : KHAIDIR
                        NO NIM                         : 3012013004
                        FAKULTAS                   : USHULUDDIN, ADAB & DAKWAH 
                        PRODI                           : KPI
                        SEMESTER / UNIT      : V/1
                        MATA KULIAH            : Metode Penelitian Kualitatif





INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) ZAWIYAH COT KALA LANGSA

2015 M / 1436 H



KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puja dan puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT, yang senantiasa memberikan limpahan rahmat-Nya kepada kita semua selaku para hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita menuju terangnya Iman dan Islam, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Alasan penulis memilih judul: “Dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok kecamatan Peureulak Timur Dalam Upaya Pembinaan Akhlak Santri”  adalah agar penulis lebih memahaminya dan sebagai salah satu tugas proser dalam belajar dalam  mata kuliah Metodelogi penelitian kualitatif.
Dan ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada :
1.        Bapak Samsul Rizal selaku dosen pembimbing mata kuliah Metodelogi penelitian kualitatif.
2.        Rekan-rekan seperjuangan dalam menuntut ilmu di Kampus IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan rekan-rekan mahasiswa. Saya menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu segala kritik dan saran yang membangun akan saya terima demi kesempurnaan diskusi ataupun ilmu pengetahuan saya selanjutnya dimasa yang akan datang.



Langsa,  8 Januari  2016

Penulis
Khaidir



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..........................................................................        i
DAFTAR ISI .........................................................................................        ii
BAB I  :  PENDAHULUAN .................................................................        1
A.     Latar Belakang Masalah ....................................................         1
B.     Rumusan Masalah .............................................................         3
C.     Tujuan  dan Kegunaan.......................................................          4
D.     Studi pustaka......................................................................        5
E.      Kerangka teori....................................................................         5
F.      Metodelogi penelitian........................................................           6
G.     Sitematika pembahasan......................................................         10
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................         11



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Dakwah adalah suatu istilah yang sangat dikenal dalam dunia Islam. Dakwah dan Islam merupakan dua bagian yang tak terpisahkan satu dengan yang lainnya, karena Islam tidak akan tumbuh dan berkembang tanpa adanya dakwah.[1] Di dalam perkembangan dakwah Islam, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang mempunyai peran dalam mengembangkan aktivitas dakwah. Hal ini dapat dilihat dari dua fungsi utama pondok pesantren, yaitu sebagai pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam. Sepanjang sejarah perjalanan umat Islam (Indonesia), ternyata kedua fungsi utama tersebut telah dilaksanakan oleh pondok pesantren (pada umumnya) dengan baik, walaupun dengan berbagai kekurangan yang ada. Dari pondok pesantren lahir para juru dakwah, para mualim, ustadz, para kyai pondok pesantren, tokoh-tokoh masyarakat, bahkan yang memiliki profesi sebagai pedagang, pengusaha ataupun bidang-bidang lainnya.[2]
Pesantren pada hakekatnya adalah sebuah kawah candradimuka untuk mencetak kader-kader bangsa yang berbudi luhur dan bermoral, serta senantiasa taat pada perintah Allah swt, sehingga para santri diharapkan akan senantiasa mempertimbangkan baik buruknya suatu perbuatan yang akan dilakukan. Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional dimana para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan seorang guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai.
Sistem pendidikan pesantren didasari, digerakan dan diarahkan oleh nilai-nilai kehidupan yang bersumber pada ajaran dasar Islam. Pesantren memenuhi kriteria yang disebut dalam konsep pembangunan, yaitu membangun kemandirian, mentalitas, kelestarian kelembagaan dan etika. Pesantren seperti sebuah “ruang bebas pendidikan” yang mempunyai karakter nilai, yaitu nilai keagamaan. Melihat fenomena pesantren tentang pengajaran dan aktifitas yang ada, maka dapat disimpulkan ada persesuaian dengan kaidah-kaidah Islam. Seperti halnya pondok pesantren Dayah Al-muna yang berlokasi di gampong Alue Bugeng, keberadaan pondok pesantren ini juga memiliki peran aktif di dalam melakukan dakwah Islam.
Berdasarkan dari inforamasi yang didapat peneliti, santri Pondok Pesantren Dayag Al-muna ini, sebagian besar berasal dari desa, yang kebanyakan belum mengetahui akhlak dalam berbicara kepada teman sebaya, orang tua, saudara dan kepada semua orang. Santri yang baru masuk di Pondok ini masih memakai kebiasaan mereka selama di Rumah mereka masing-masing. Mereka menganggap di Pondok itu sama saja di rumah mereka. Tidak sedikit santri baru yang sering melawan atau membantah jika dikasih tau oleh para ustadz dan senior mereka.
Para santri baru dan sebagian kecil santri lama yang sering melalaikan kewajiban mereka sebagai seorang santri sekaligus seorang muslim. Seperti halnya mereka jarang mengikuti mengaji, kegiatan pondok lainnya, yang lebih parahnya lagi ada juga yang jarang melakukan sholat lima waktu. Dikarenakan mereka masih mengingginkan kebebasan seperti yang meraka lakukan di Rumah mereka. Mereka masuk di Pesantren ini kebanyakan dipaksa oleh orang tuanya, jadi tak heran bila mereka melawan jika dikasih tau oleh para ustadz.[3]
Orang tua mereka merasa khawatir sekaligus kasihan dengan masa depan anaknya, jika anaknya bergaul dengan orang-orang yang tidak punya akhlak yang baik. Sehingga para orang tua wali merasa aman jika anak mereka dimasukkan ke Pondok Pesantren supaya mempunyai akhlak yang baik dan bisa mengaji.
Para santri Pondok Pesantren Dayah Al-muna ini banyak sekali yang melanggar peraturan-peraturan Pondok Pesantren, seperti halnya para santri putra masih banyak yang merokok di Dalam Kamar, membawa handphone, keluar Pondok tanpa izin, mencuri barang atau uang temannya dan semua itu sering dilakukan oleh santri Pondok Pesantren ini. Oleh karena itu pembinaan akhlak pada santri pondok pasantren Dayah Al-muna ini merupakan sebuah keniscayaan yang benar-benar harus dilakukan, supaya para santri benar-benar tau kewajiban mereka sebagai santri dan orang muslim. Hal itu dilakukan guna memenuhi tujuan pesantren dan sekaligus tanggung jawab dan kewajiban dakwah.
Memahami esensi dari makna dakwah, kegiatan dakwah sering dipahami sebagai upaya untuk memberikan solusi Islam terhadap berbagai masalah dalam kehidupan. Masalah kehidupan tersebut mencakup seluruh aspek, seperti aspek ekonomi, sosial, budaya, hukum, politik, sains, teknologi dan sebagainya. Pondok pesantren Dayah Al-muna sebagai sebuah lembaga dakwah Islam yang ada di gampong Alue Lhok Kecamatan Peureulak Timur, mencoba untuk memberikan pembinaan akhlak pada santrinya supaya mereka mengetahui serta menjalankan kewajiban mereka sebagai santri dan sebagai seorang muslim sejati, agar para santri bisa menjadi generasi bangsa dan negara yang berprilaku baik. Tentu untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tanggan. Oleh karena itu pesantren ini merupakan pondok pesantren yang layak untuk diteliti.
Berangkat dari fenomena dan fakta yang ada di lapangan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengetengahkan permasalahan bagaimana pelaksanaan Dakwah di Pondok Pesantren dengan judul ‘‘Dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok kecamatan Peureulak Timur Dalam Upaya Pembinaan Akhlak Santri”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis dapat merumuskan maslah sebagai berikut :
1.      Bagaimana dakwah Pondok Pesantren dayah al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri?.
2.      Bagaimana bentuk pembinaan yang di lakukan Pondok Pesantren dayah al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri?

C.     Tujuan Dan Kegunaan

Setiap penyelidikan atau penelitian mempunyai tujuan, karena dengan tujuan yang jelas maka kegiatan penelitian akan bermakna. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui dakwah Pondok Pesantren dayah al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri
2.      Untuk mengetahui bentuk pembinaan yang di lakukan Pondok Pesantren dayah al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri
Bertolak dari tujuan penelitisn diatas, maka kegunaan  penelitian dalam penulisan proposal ini adalah sebagai berikut :
1.      Secara Praktis
a.       Memperluaskan pengetahuan peneliti dalam hal dakwah di pondok pasantren dayah Al-muna dalam upaya pembiaan  akhlak santri.
b.      Yaitu memberikan konstribusi pemikiran bagi pemimpin dayah dan seluruh tim pengajar dapat merumuskan dakwah yang sesuai dengan situasi dan kondisi dayah al-muna. Supaya mereka tahu bahwa pentingnya membina akhlak kepada santri supaya mereka tidak terjerumus kepada  perbuatan yang menyimpang
c.       Sebagai bahan informasi yang berkaitan dengan masalah pembinaan akhlak santri
2.      Secara Teoritis
Dengan adanya penelitian ini maka penulis dapat mengetahui tentang dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri, yang penulis saat ini teliti yaitu di Gampong Alue lhok. Di samping itu kiranya dapat menambah kepustakaan khususnya.

D.    Studi Pustaka

Secara umum telah banyak tulisan dan penelitian yang meneliti tentang pesantren dan tentang pembinaan akhlak. Namun tidak ada yang sama persis dengan yang akan dilakukan oleh peneliti. Berikut ini beberapa yang relevan dengan penelitian yang peneliti lakukan:

1.      Skripsi Tofik (2001) dengan judul “Stategi Dakwah Hizbut Tahrir Dalam Menegakkan Daulah Khilafah Islamiyah (Melalui Jalur Politik)”. Dalam penelitiannya Tofik menganalisis data dengan metode induksi, deduksi dan komparasi dengan kesimpulannya menunjukkan bahwa secara umum strategi dakwah yang dilakukan Hizbut Tahrir meliputi tiga landasan operasional, yaitu pertama tatqif (pembinaan atau pengkaderan), kedua tafa’ul (berinteraksi) dengan umat yang memiliki beberapa pendekatan dengan tsaqafah murakkazah (pembinaan intensif), kifahus siyasah (perjuangan politik), mengadopsi kemaslahatan umat dan melayani seluruh urusannya sesuai dengan hukum syara, ketiga istimaul hukmi (pengambil alihan).

2.      Skripsi M. Fathur Rofik (2004) dengan judul “Metode Dakwah dan Perjuangan K.H. A Nasucha Dikabupaten Kebumen”. Penelitian ini menitik beratkan pada metode dakwah K.H. A Nasucha dalam berdakwah meliputi ceramah dan pengajian serta dakwah bil hal, angkat senjata karena metode ini sangat tepat diterapkan terhadap masyarakat yang sedang dijajah (perang) dan dirusaknya nilai-nilai murni ajaran Islam, selain itu menggunakan metode silaturahmi untuk menetapkan keyakinan dan keimanan masyarakat. Penulis dalam peneliti menggunakan pendekatan historis yang kemudian dianalisis menggunakan metode diskriptif, dan analisis induktif.
Berdasarkan penelitian di atas, serta kajian terhadap beberapa skripsi tentang dakwah di pondok pasantren, maka penulis terinspirasi untuk meneliti tentang Pembinaan akhlak santri di pondok pasantren yang sebelumnya belum pernah diteliti, sehingga penelitian ini memenuhi unsur kebaruan.

E.     Kerangka  Teori

Untuk keperluan menjawab permasalahan tersebut, maka penulis mencari landasan filosofi dan epistimologi. Kemudian setelah itu menjabarkan kerangka keilmuan yang selanjutnya digunakan untuk menata, mengkaji dan mengembangkan teori.
Dengan menggunakan teori analisis, dakwah di pondok pasantren dayah al-muna masalah-masalah dakwah yang kompleks dapat dirumuskan, proses dakwah dapat diketahui alurnya, hasil-hasil dakwah dapat diukur dan dianalisa, umpan balik kegiatan dakwah dapat dinilai dan fungsi dakwah terhadap  kemasyarakatan (lingkungan) dapat diketahui dan dianalisa. Demikian juga dampak perubahan dari sistem politik terhadap dakwah dapat diidentifikasi secara jelas. Oleh karena itu, metode ini sangat tepat sekali untuk pengembangan konsep dan teori dakwah dalam rangka pengembangan keilmuan dakwah di pondok pasantren dayah al-muna. Sedangkan secara praktis metode ini sangat bermanfaat bagi perumusan kebijakan dan program dakwah Islam. Hingga akhirnya penulis dapat mengambil kesimpulan, pemahaman dan penalaran dalam mengkaji pemikiran dakwah dipondok pasantren Dayag Al-muna Gampong Alue Bugeng Kecamatan Peureulak Timur dalam upaya pembinaan akhlak santri.

F.      Metodelogi Penelitian

a.       Jenis Penelitian

Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami. Berarti metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.[4]
Adapun spesifikasi penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar bukan angka-angka.
Sifat pendekatan penelitian kualitatif ini adalah terbuka, dalam hal ini bermakna bahwa peneliti memberikan kepada subjek untuk menjawab pertanyaan yang diajukan menurut kerangka berpikir mereka sendiri, bukan berdasarkan patokan-patokan jawaban yang telah dibuat peneliti. Untuk itu, dalam penelitian ini kecenderungan penulis menggunakan jenis dan pendekatan penelitian yang berupa penelitian  kualitatif deskriptif terhadap Dayah Al-Muna Gampong Alue Lhok Kecamatan Peureulak Timur tahun 2016, dalam hal dakwah untuk pembinaan akhlak santri, karena lebih mudah mengadakan penyesuaian dengan kenyataan yang berubah-ubah.
b.      Sumber Data
1)      Sumber data primer
Sumber data primer yaitu sumber yang memberikan data langsung dalam penelitian ini.[5] Adapun yang dimaksud sebagai sumber data primer penelitian ini yaitu para praktisi pendidikan yang ada di Dayah Al-Muna, yang meliputi : Kyai, Ustadz dan ustadzah.
2)      Sumber data sekunder
Sumber data sekunder merupakan sumber data yang mendukung dan menunjang dalam penelitian ini.[6] Adapun sebagai data  penunjang, penulis mengambil dari buku-buku yang berhubungan dengan penelitian ini, mengumpulkan dokumentasi serta penulis mengadakan wawancara langsung dengan orang-orang yang berkompeten pada penelitian ini yang ada di Dayah Al-Muna, misalnya orang tua santri dan sebagainya.
c.       Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode-metode sebagai berikut:
1.      Metode observasi
Metode observasi adalah teknik pengumpulan data dimana penyelidik mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala yang dihadapi (diselidiki), baik pengamatan itu dilaksanakan dalam situasi yang sebenarnya maupun situasi buatan yang diadakan.
Metode ini merupakan pencatatan dan pengamatan secara sistematik terhadap fenomena-fenomena yang  ada ditempat penelitian. Metode ini juga digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat fisik yang tidak dapat diperoleh dengan cara interview.
Metode ini dipergunakan untuk memperoleh data tentang :
a.       Sejarah berdirinya pondok pesantren
b.      struktur organisasi
c.       kegiatan belajar mengajar
2.      Metode  Wawancara
Wawancara adalah merupakan metode pengumpulan data yang menghendaki komunikasi langsung antara peneliti dan subyek yang diteliti atau responden.[7]
Metode ini digunakan untuk menggali data tentang profil pesantren, keadaan umum pesantren dan pelaksanaan dakwah untuk pembinaan akhlak santri. Adapun sumber informasinya diperoleh dari:
1.      Abi (kepala Pimpinan pondok pasantren Dayah Al-muna) untuk mendapatkan informasi umum tentang pasantren.
2.      Dewan Guru untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan dakwah dan sikap keagamaan di pondok pasantren Dayah Al-muna
3.      Pihak-pihak lain yang berkaitan dengan perolehan data dalam penulisan skripsi ini biak santri, wali santri ataupun masyarakat Alue Lhok di sekeliling pondok pasantren dayah Al-Muna.


d.      Analisis data
Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi wawancara dan lainnya guna meningkatkan pemahaman penelitian tentang kasus yang diteliti dan menjadikannya sebagai teman bagi orang lain. Sedangkan demi meningkatkan pemahaman tersebut analisis perlu dilanjutkan dengan berupaya mencari makna.[8]
Pola analisis penelitian ini menggunakan pola pikir induktif yaitu mengangkat dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus tersebut dipelajari dan dianalisis sehingga bisa dibuat suatu kesimpulan dan generalisasi yang bersifat umum. Sedangkan teknik yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain adalah teknik triangulasi. Teknik triangulasi berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alasan yang berbeda, dalam penelitian kualitatif hal itu dapat dicapai dengan beberapa jalan, diantaranya:
1)      Membandingkan data hasil pengamatan dan hasil wawancara.
2)      Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
3)      Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknis pengumpulan data dan
4)      Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.
Analisis data yang digunakan penelitian ini yaitu analisis nonstatistik yaitu menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Analisis data yang diwujudkan bukan dalam bentuk angka melainkan dalam bentuk laporan dan uraian deskriptif tentang Dayah Al-Muna.
e.      Pendekatan penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian  ini adalah pendekatan fenomenologis, artinya peneliti akan melihat gejala yang terjadi di lingkup pondok pasantren dan memaparkan seperti apa adanya tanpa di ikuti persepsi peneliti(vestehern), dalam melihat gejala yang terjadi, peneliti berusaha untuk tidak terlibat secara emosional.

G.    Sistematika Pembahasan

Untuk memudahkan memahami dan mencerna masalah-masalah yang akan dibahas, maka penulis menyajikan sistematika pembahasan sekripsi, sebagai berikut:
Bab I    : Diuraikan beberapa hal yang berhubungan dengan gambaran umum penelitian ini yang meliputi: pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Kegunaan, Studi Pustaka, kerangka teori, Metode Penelitian dan Sistematika pembahasan.
Bab II   : Dakwah dan pondok pesantren, serta pembinaan akhlak santri. Bab ini menguraikan secara umum landasan teori yang berisi tinjauan umum tentang pengertian dakwah, landasan dan unsur-unsur dakwah, beserta landasan teori tentang pondok pesantren dan pembinaan akhlak santri.
Bab III : Gambaran umum Pondok Pesantren Dayah Al-muna dan akhlak santri. Bab ini meliputi sejarah berdirinya serta tujuan pondok pesantren Dayah Al-muna, visi dan missi, kurikulum pondok pesantren Dayah Al-muna, dan struktur Pondok Pesantren Dayah Al-muna. Dilanjutkan dengan pembahasan tentang gambaran umum akhlak santri yang meliputi, jadwal pengajaran dalam rangka pembinaan akhlak santri, kondisi soial, ekonomi, agama dan budaya lingkungan pesantren tersebut.
Bab IV : Analisis dakwah Pondok Pesantren Dayah Al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri. Bab ini membahas tentang analisis dakwah yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Dayah Al-muna dalam upaya pembinaan akhlak santri Dayah Al-muna beserta analisis bentuk-bentuk dakwah di pondok pasantrenn.
Bab V  : Penutup. Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian, saransaran dan penutup.


DAFTAR PUSTAKA

Amin, Samsul Munir.. Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah. 2009
Haedari, Amin, Masa Depan Pesantren Dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global. Jakarta:IRD Press. 2004
Maunah, Binti. Tradisi Intelektual Santri. Yogyakarta: Teras. 2009
Moleong, Lexy J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Robandi, Imam, becoming the winner (riset, menulis ilmiah,publikasi ilmiah dan presentasi, penerbit : C.V. ANDI 2008.
Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. 2010



[1]  Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah. (Jakarta: Amzah. 2009) h. 5
[2] Amin Haedari, Masa Depan Pesantren Dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global. (Jakarta:IRD Press. 2004) h. 25
[3] Binti Maunah, Tradisi Intelektual Santri.( Yogyakarta: Teras. 2009) h. 34
[4] Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. (Bandung: CV. Alfabeta. 2010) h. 45
[5] Lexy J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2006), h. 56
[6] Ibid, 58
[7] Imam robandi, becoming the winner (riset, menulis ilmiah,publikasi ilmiah dan presentasi) penerbit : C.V. ANDI 2008. h 121
[8] Ibid, 125